| Status T | Interval Minimal Pemberian | Masa Perlindungan |
|---|---|---|
| T1 | Langkah awal pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit Tetanus | |
| T2 | 1 bulan setelah T1 | 3 Tahun |
| T3 | 6 bulan setelah T2 | 5 Tahun |
| T4 | 12 bulan setelah T3 | 10 Tahun |
| T5 | 12 bulan setelah T4 | Lebih dari 25 Tahun |
Fakta: Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung bahwa konsumsi durian atau nanas dapat menyebabkan keguguran. Namun, ibu hamil sebaiknya mengonsumsi makanan ini dalam jumlah yang wajar. Nanas mengandung enzim bromelain, tetapi dalam jumlah yang sangat sedikit, sehingga tidak membahayakan jika dimakan dalam porsi normal.
Fakta: Bentuk perut ibu hamil dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti posisi janin, otot perut, dan jumlah kehamilan sebelumnya, bukan jenis kelamin bayi. Jenis kelamin bayi hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan medis seperti USG.
Fakta: Olahraga yang aman dan ringan seperti berjalan, berenang, atau yoga dapat bermanfaat bagi ibu hamil. Kementerian Kesehatan menyarankan agar ibu hamil tetap aktif secara fisik untuk menjaga kesehatan, tetapi penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program olahraga.
Fakta: Warna kulit bayi dipengaruhi oleh faktor genetik, bukan oleh makanan atau minuman yang dikonsumsi selama kehamilan. Air kelapa memang memiliki banyak manfaat, tetapi tidak mempengaruhi warna kulit bayi.
Fakta: Istirahat yang cukup, termasuk tidur siang, sangat penting bagi ibu hamil. Ukuran bayi dipengaruhi oleh banyak faktor seperti genetik dan nutrisi, bukan oleh kebiasaan tidur ibu.
Fakta: Tanda lahir terjadi karena faktor genetik atau kondisi tertentu selama perkembangan janin, bukan karena makanan pedas yang dikonsumsi oleh ibu hamil.
Triple Eliminasi adalah program kesehatan yang difokuskan pada eliminasi penularan tiga penyakit menular, yaitu Sifilis, HIV, dan Hepatitis B, dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. Program ini merupakan bagian dari komitmen global dan nasional untuk mencapai generasi bebas penyakit menular seksual.
Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan sedini mungkin, idealnya pada kunjungan antenatal pertama di trimester pertama. Jika ibu hamil belum pernah diperiksa, tes dapat dilakukan pada trimester kedua atau ketiga, tetapi semakin cepat diketahui, semakin baik intervensi dapat diberikan.
Jika ibu hamil terdiagnosis dengan salah satu dari ketiga penyakit tersebut, maka akan dilakukan:
Segera periksakan jika terlambat datang bulan. Periksa kehamilan minimal 6 kali selama kehamilan dan minimal 2 kali pemeriksaan oleh dokter pada trimester 1 dan 3: